Tuesdays with Morrie
Seorang wartawan sibuk nggak sengaja lihat dosen lamanya di TV, lagi sekarat karena penyakit yang pelan-pelan ngelumpuhin badan. Dia datang tiap hari Selasa. Empat belas Selasa, empat belas obrolan soal dunia, rasa kasihan ke diri sendiri, penyesalan, kematian, keluarga, emosi, menua, uang, cinta, pernikahan, budaya, memaafkan, dan hari yang sempurna. Kuliah terakhir, tanpa ujian, dan tugas akhirnya ya buku ini.
Bab 1 kebuka buat siapa aja. Sisanya kebuka buat member, sama kaya isi lain di sini.
Buat siapa
- Yang ngerasa hidupnya kekejar kerjaan terus
- Yang punya guru, orang tua, atau sahabat yang udah lama nggak dikunjungin
- Yang lagi mikirin arti hidup habis kehilangan orang
- Yang lagi ngerawat orang tua atau keluarga yang sakit
Yang bakal lu dapet
- Siapa Morrie dan kenapa Mitch balik ke dia
- Kenapa belajar mati bikin lu belajar hidup
- Cara ngerasain emosi penuh-penuh terus ngelepasinnya
- Pandangan Morrie soal menua, uang, dan budaya yang nyesatin
- Pelajaran soal keluarga, pernikahan, dan memaafkan
- Hari sempurna versi orang yang udah nggak bisa jalan
Kalau cuma inget 7 hal
- 1Begitu lu belajar cara mati, lu belajar cara hidup
- 2Kasihani diri sendiri boleh, tapi kasih batas waktu
- 3Rasain emosinya penuh-penuh, baru lepasin
- 4Kalau budayanya nggak bikin lu baik, bikin budaya lu sendiri
- 5Uang dan barang nggak bisa gantiin kasih sayang
- 6Maafin sebelum telat, termasuk maafin diri sendiri
- 7Kematian ngakhirin hidup, bukan hubungan
Daftar bab
- 1Murid yang lupa janji1:34gratis
- 2Kuliah dimulai1:57member
- 3Selasa soal dunia dan rasa kasihan pada diri sendiri1:12member
- 4Selasa soal penyesalan dan kematian1:17member
- 5Selasa soal keluarga1:23member
- 6Selasa soal emosi1:25member
- 7Selasa soal menua dan uang1:23member
- 8Selasa soal cinta dan pernikahan1:10member
- 9Selasa soal budaya1:32member
- 10Selasa soal memaafkan1:20member
- 11Selasa soal hari yang sempurna1:31member
- 12Selasa terakhir1:43member
Tentang Mitch Albom
Mitch Albom, wartawan olahraga dan penulis Amerika, lama bekerja di koran Detroit Free Press. Morrie Schwartz (1916-1995) dosen sosiologi di Universitas Brandeis, meninggal karena ALS, penyakit saraf yang pelan-pelan melumpuhkan otot. Buku ini terbit 1997, awalnya ditulis buat bantu bayar biaya pengobatan Morrie, lalu jadi salah satu memoar terlaris sepanjang masa.
Ini ringkasan dan tafsiran gue, bukan terjemahan bukunya. Kalau ada yang nyantol, baca bukunya langsung.