The Courage to Be Disliked
Obrolan lima malam antara seorang pemuda yang kesel sama hidupnya dan seorang filsuf tua. Pemudanya yakin masa lalu nentuin dia. Filsufnya bilang nggak, dan pakai psikologi Alfred Adler buat ngebuktiin, malam demi malam: soal trauma, rasa minder, pemisahan tugas, kenapa pujian pun bisa jadi masalah, sampai arti bahagia. Salah satu kesimpulannya bikin kaget: buat bebas, lu harus berani nggak disukai.
Bab 1 kebuka buat siapa aja. Sisanya kebuka buat member, sama kaya isi lain di sini.
Buat siapa
- Yang capek nyari validasi dan takut dinilai orang
- Yang ngerasa masa lalunya nahan dia maju
- Yang gampang ngerasa bersalah kalau nolak permintaan orang
- Yang sering ngebandingin diri sama orang lain
Yang bakal lu dapet
- Pandangan Adler yang nolak trauma sebagai penentu
- Bedanya rasa minder yang sehat dan kompleks minder
- Kenapa semua masalah itu masalah hubungan antarmanusia
- Cara misahin tugas lu dan tugas orang lain
- Kenapa pujian dan omelan dua-duanya bikin hubungan jadi atas-bawah
- Arti bahagia menurut Adler: rasa berguna buat orang lain
Kalau cuma inget 7 hal
- 1Masa lalu nggak nentuin lu, yang nentuin itu makna yang lu kasih ke masa lalu
- 2Hampir semua masalah hidup akarnya di hubungan sama orang lain
- 3Hidup bukan lomba, orang lain bukan saingan tapi kawan
- 4Tanya selalu "ini tugas siapa?", jangan ngurusin tugas orang lain dan jangan biarin tugas lu diambil
- 5Ganti pujian dengan terima kasih
- 6Bebas itu termasuk berani nggak disukai
- 7Hidup itu rangkaian momen, kayak tarian, bukan garis menuju satu titik
Daftar bab
- 1Pemuda yang datang untuk membantah1:28gratis
- 2Malam pertama: trauma nggak menentukanmu2:36member
- 3Gaya hidup yang dipilih1:28member
- 4Malam kedua: semua masalah adalah masalah hubungan1:25member
- 5Hidup bukan lomba1:34member
- 6Malam ketiga: jangan hidup demi pengakuan1:21member
- 7Tugas siapa ini1:43member
- 8Kebebasan itu berarti dibenci sebagian orang1:08member
- 9Malam keempat: pusat dunia2:03member
- 10Malam kelima: di sini dan sekarang2:07member
- 11Pemuda itu pulang1:01member
- 12Penutup1:07member
Tentang Ichiro Kishimi & Fumitake Koga
Ichiro Kishimi, filsuf Jepang yang puluhan tahun mendalami psikologi Alfred Adler dan menerjemahkan karya-karyanya ke bahasa Jepang. Fumitake Koga, penulis dan editor yang lama jadi pembaca setia Kishimi dan memerankan si pemuda dalam penulisan buku ini. Terbit di Jepang 2013 dan laku jutaan eksemplar di Asia sebelum diterjemahkan ke banyak bahasa.
Ini ringkasan dan tafsiran gue, bukan terjemahan bukunya. Kalau ada yang nyantol, baca bukunya langsung.