Buku yang ditulis sembilan hari
Tahun 1946, setahun setelah dibebaskan dari kamp konsentrasi, seorang psikiater di Wina mendiktekan sebuah buku. Selesai dalam sembilan hari.
Awalnya dia mau menerbitkannya tanpa nama. Dia nggak ingin terkenal sebagai penulisnya. Dia cuma ingin menunjukkan lewat contoh nyata bahwa hidup tetap punya makna dalam keadaan apa pun, termasuk yang paling buruk. Judul aslinya dalam bahasa Jerman kurang lebih berarti: tetap katakan ya pada hidup.
Namanya Viktor Frankl. Sebelum perang, dia sudah jadi psikiater yang dihormati di Wina. Dia pernah memimpin program pencegahan bunuh diri untuk pelajar, dan menangani ribuan pasien perempuan yang ingin bunuh diri di rumah sakit jiwa.
Tahun 1942, sebagai orang Yahudi, dia dideportasi bersama istrinya dan orang tuanya. Selama hampir tiga tahun dia dipindah-pindah dari satu kamp ke kamp lain, termasuk Auschwitz. Waktu tiba di Auschwitz, dia membawa naskah buku pertamanya, dijahit diam-diam di lapisan mantel. Naskah itu dirampas di hari pertama, bersama semua miliknya.
Ketika kamp dibebaskan, dia tahu bahwa ayahnya, ibunya, kakaknya, dan istrinya sudah meninggal.
Buku ini dibagi dua. Bagian pertama cerita pengalamannya di kamp, bukan dari sisi kekejaman besar yang sudah banyak diceritakan, tapi dari sisi kehidupan sehari-hari tahanan biasa. Bagian kedua penjelasan tentang cara pandang yang dia bangun dari situ, yang dia namai logoterapi. Terapi lewat makna.