Menara di tepi danau
Tahun 1922, psikiater Swiss Carl Jung membeli sebidang tanah di desa Bollingen, di tepi Danau Zurich, lalu membangun sebuah menara batu. Awalnya sederhana sekali. Nggak ada listrik, nggak ada telepon. Di dalamnya ada satu ruangan yang cuma boleh dimasuki dia sendiri.
Jung punya kehidupan yang sibuk di Zurich. Praktik dengan banyak pasien, kuliah, pertemuan, surat-surat. Tapi secara rutin dia pergi ke menara itu untuk menulis dan berpikir. Karya-karya yang membuatnya dikenang lahir dari waktu yang dia jaga di sana.
Cal Newport membuka bukunya dengan cerita itu, lalu menambahkan contoh lain. Penulis Mark Twain menulis sebagian besar Petualangan Tom Sawyer di sebuah pondok yang terpisah dari rumah utama, begitu jauh sampai keluarganya harus meniup terompet untuk memanggilnya makan. Pendiri Microsoft, Bill Gates, dikenal rutin mengasingkan diri beberapa hari di sebuah pondok hanya untuk membaca dan berpikir.
Newport menyebut apa yang mereka lakukan kerja dalam. Aktivitas yang dikerjakan dengan fokus penuh, tanpa distraksi, sampai kemampuan otak terdorong ke batasnya. Hasilnya nilai baru, keterampilan yang meningkat, dan karya yang susah ditiru orang lain.
Lawannya kerja dangkal. Balas email, rapat yang nggak jelas arahnya, urusan administrasi, cek grup chat. Pekerjaan yang nggak terlalu menuntut pikiran, sering dikerjakan sambil setengah sadar, dan nggak menciptakan banyak nilai baru. Perlu, tapi gampang ditiru dan gampang digantikan.