Konflik IPS 4, Bagian 1
Bab 8 dari 34 · 4 menit baca
Hari berganti hari dan gua makin merasakan konflik yang dialami oleh dian dan temen sekelas lainnya, dengan adanya tembok pemisah diantara keduanya gua Cuma bisa nontonin doang, karena posisinya disini gua juga bukan sosok figur yang baik untuk kelas gua yang disebabkan keacuhan gua. Gw berasa geli sendiri karena saat itu gua berasa terpanggil buat nyoba tau masalahnya, tapi gua bener-bener enggan akan hal itu karena yang dikepala gua Cuma masih gua siapa? Dan ngapain gua perduli?
Dian selalu dijauhi oleh teman-temannya dan ya yodah jadinya dia maennya sama temen-temen cowo yang lain dan palingan hanya dengan fadlan (cowonya) dan paling hanya sering Cuma ngerjain tugas, karena memang untuk berbicara saja jarang sekali perempuan yang mau berbicara dengan dian, dan yang dihabiskan hanya duduk di bangkunya saja, pergerakannya hanya ketika jam istirahat dan kumandang nya azan untuk sholat. Gua cuma bisa merhatiin gitu doang karena gua juga gak tau harus berbuat apa karena gua gak ngerti masalahnya dimana dan dari teman-teman kelas yang lain pun hanya diam untuk masalahnya dan yodah pada jalan sendiri-sendiri.
Yang selalu gua denger, konflik ini terjadi bukan hanya karena dian gak punya inisiatif untuk mengajak anak perempuan lainnya main, tapi terdengar karena rata-rata ada cinta segitiga antara kelompok pertemanan dengan fadlan dan dian hal ini gua ketahui dari temen gua (B), karena orang yang terlibat cinta segitiga tersebut duduk di sebelah temen gua tadi (B) dan sekarang pun duduk nya menjadi berjauhan dengan si (B) karena terkesan mendukung dian dan fadlan. (Tapi ini juga hanya rumornya wkwkwk, karena gua cuma nyari - nyari aja kenapa sih awalnya?)
Hal hasil dian pun dibenci oleh sekelompok teman pertemanan lain karena dianggap tidak peka atau ya bisa dibilang caper, dan kelompok ini pun tidak hanya diam dan mulai menghasut kelompok-kelompok lain untuk menjauhinya dengan alasan yang lain-lain yang masuk akal untuk bisa menjauhkannya, dan ya hal itu sangatlah berhasil dan gua, hmmm iya gua tau itu dan bodo amat, karena gua fikir blom saat nya gua untuk masuk karena disana bukan ranah gua, ya yang gua tunggu Cuma nunggu aja dan hanya merhatiin doang…
Kejadian ini semakin lama terjadi, suasana kelas yang gua rasakan juga jadi kurang nyaman dan santai, dikarenakan keegoisan masing-masing yang saling membenarkan alasannya untuk menjauhi temannya dikarenakan tidak sepaham dengan kelompok-kelompok tertentu, yang bisa gua lakukan hanya yodah ngimbangin doang dengan cara ya, gua ngobrol secara netral gitu dan gak terlihat kaya berteman dengan siapa pun apalagi untuk ke Dian wkwkkw, gua harus cukup berhati - hati karena ya…
Karena sangat rawan sekali pertemanan nya, dan ini pun didukung oleh perlawanan antara orang yang membela dian (yaitu anak-anak cowo yang hanya 14 orang) vs seluruh anak cewe, karena memang sebelum konflik dian terjadi ada konflik yang sebelumnya terjadi, ya Cuma karena memang anak kelas gua badung dan jarang masuk sekolah dan ya memang si salah, kadang juga cabutan gitu, bolos lah. Tapi sama anak perempuan yang laen selalu diabsen madol dan itu membuat anak cowonya marah dan menyulut permusuhan dengan dalih saling membenarkan pernyataan masing-masing.
Anak cowo: “weh maksud amat ko gua diabsen madol? Orang gua Cuma pergi sebentar ke babe, lagian juga jam kosong gak ada pelajaran masa di absenin madol”
Sekertaris kelas: “ya lu suruh siapa! Udah tau masih jam sekolah, ngapain kali pake cabut - cabut keluar? Orang mah, ada atau gak ada guru tetep aja di kelas, ini malah kemana kali.”
Anak cowo: “dih atuh terserah gua, kan gua yang sekolah, kenapa lu yang repot, yang gua permasalahan tuh lu seenaknya ngabsen gua madol!”
Sekertaris kelas: ya gua juga terserah gua, orang absen gua yang megang, terserah gua mau ngabseninnya kaya gimana, yang penting yang hadir di kelas gak gua kosingin absennya.”
Ya gitu dah saling berdebat maklumin aja namanya juga masih kelas 10, jadinya belum ada keakraban yang bener - bener terjalin.
Kalo lu tanya gua, gua ikut yang mana? Hahahah gua gak ngikut dua-duanya karena saat itu gua Cuma fokus aja sekolah, tugas pulang dan yang pertama kali menumbuhkan keperdulian gua atas masalah ini adalah konflik nya dian karena gua merasa gak adil aja 1 vs banyakan wkwkkw ya yodahlah jalanin ae. Dan rata - rata semua cewe di kelas gua gak ada yang pro sedikitpun wkwkwk, bener - bener terlihat mendukung kelompok yang menjauhi Dian, tapi gua gak mau suuzon juga sama mereka karena gua nebaknya sih sebenarnya mereka mungkin gak pengen kaya gitu juga, ya kaya lepas tangan aja dan gak mau ikut campur, tapi ya karena rata - rata temannya teman mereka begitu, dari pada di musuhin yodah ngikut ae dah wkwkwk.
