IsengAe
← Kapan Berubah?

Permulaan yang Baru

Bab 20 dari 34 · 10 menit baca

0:00-10:48
Kapan Berubah? · bab 20

Ini adalah sebuah permulaan di dalam kedidupan yang terus berproses, kenapa? Karena gua bisa mendapatkan pengalaman - pengalaman yang unik dan memang tipe - tipe orang yang sangat berbeda, ya yang pasti hidup gua pasti dipenuhi oleh orang - orang yang hebat, karena mereka lah kehidupan gua lebih berwarna dan terus mengisi kekosongan hati gua tanpa gua harus minta wkwkwk, ya kasarnya merekalah yang membuat gua selalu menghadapi tantangan yang baru, karena merekalah gua lebih bersemangat dalam menjalani kegiatan gua sehari - sehari dan karena mereka lah pengingat gua dan guru sebenarnya di dalam prilaku gua.

Proses ini adalah proses gua lebih mengenal siapa diri gua sendiri dan berusaha untuk lebih memahami lagi siapa orang - orang yang ada disekitar gua, hahah permulaan yang baru? Tentu pasti ada masalah baru! Kenapa? Karena memang sesuatu yang kita ambil, banyak atau sedikit akan berpengaruh terhadap diri kita dan juga orang lain kedepannya, gua merasakan hal itu sendiri tanpa gua mengambil keputusan apapun, sekitar gua tidak akan selamanya sama dan semua itu berproses dan ada arah anginnya, mereka semua mengalami perubahan di dalam diri gua dan gua pun dirasa mengalami perubahan di dalam diri mereka sendiri.

Entah kapan memang gua mulai lebih mengenal siapa sebenarnya IPS 4, sosok - sosok figurnya mempunyai keunikan masing - masing, mempunyai kekuatan dan kelemahan masing - masing, kita gak tau siapa yang baik dan buruk, dan kita gak tau pula mana yang benar dan mana yang salah sebelum kita mencobanya, kenapa gua baru bahas mereka sekarang ya karena, hahahah kan gua bilang diawal gua sangat - sangat anti sosial di hadapan mereka dan mereka saat awal -awal memang gak ada artinya buat gua, karena ya udah lah gua cuma menganggap mereka hanyalah pengganggu, pengacau ya hanya untuk sebagian orang sih! Tapi tetep aja rata - rata pendapat gua melabeling semuanya, apakah memang sifat manusia seperti itu? Karena ya memang gua mengucap dan mengiyakan perbuatan gua di saat itu, yang menanggap mereka yang cowo adalah anak yang tau seneng nya doang, dan perempuannya dengan kegoisannya masing - masing di lengkapi dengan kubu - kubuan diantara mereka dan memang itulah yang gua rasakan…

Hal itu masih sangat terasa sekali dan buat gua cukup ngena banget dah karena memang gua merasakan menjadi korban disana kwkwkw, di pembahasan gua chapter 11 gua merasakan memang kondisinya cukup tenang karena kata mereka permsalahan konfliknya telah usai, tapi yang gua rasakan cukup berbeda karena, setiap perbedaan yang diperdebatkan dimasa itu tidak lah hilang, bahkan yang gua rasakan adalah perbedaannya cukup lebih terlihat dimana semua pada statement yang saling membenarkan bahwa gua adalah kelompok yang paling benar dan yang lainnya salah, apakah ini terlihat normal? Gua rasa engga, karena disini gua posisisnya cukup netral, tidak memihak kepada kubu atau geng manapun semua gua anggap sama pada awalnya yaitu trouble maker, tapi memang gua akui banget dah kalo hubungan pertemanan mereka adalah juga sebuah proses yang memerlukan waktu karena walaupun mereka rata - rata mereka memiliki sifat yang buruk, bukan berarti mereka tidak memiliki sisi posistif nya, sisi positif itu hanya akan terlihat saat lu mulai mau berdamai dan mengenal mereka bukan hanya sampai kulit mereka wkwkwk, kenapa gua bisa bilang seperti itu karena gua bilang lagi, gua merasakan hal itu sendiri dan benar - benar cukup apa ya? Ya, kaya berdosa aja gua karna pada awalnya gua hanya mau menjudge mereka tanpa tau dasarnya terlebih dahulu…

Awal permulaan yang baru saat ini adalah kami semua sudah bisa naik ke kelas 11 secara bersama - sama, kenapa? Karena pada awalnya wali kelas kami bu nuryani mengancam dari anak kelas gua yang tidak naik kelas, gua awalnya gak pernah percaya hal itu karena gua meyakini seburuk - buruknya temen gua, atau senakalnya mereka, mereka tetap berusaha untuk bisa terus menjalankan kewajibannya, cuma memang kondisi dan perlakuan di setiap guru tidak bisa memahami hal itu semua, menjadikan kelas kami adalah seolah kelas yang berbeda, kelas terbelakang? Karena terkadang kami selalu mendapatkan perbandingan - perbandingan di setiap kelas

“tuh lihat kelas sebelah bla, bla, bala,…

Apakah orang yang berkedudukan lebih tinggi berhak untuk memuat perbedaan tersebut?

Apakah memang orang yang mengatakan bahwa dirinya guru adalah sesungguhnya maha guru mencerminkan sifat yang seperti itu? Hmmm gua rasa engga karena pada dasarnya kami sama - sama manusia, kami adalah mahkluk yang mempelajari sesuatu, jadi kalo emang salah wajar, dan bukanlah cacian yang didapat, atau perbedaan yang diperlihatkan, atau bahkan hinaan yang diterima, cukup hanya dikasih tau dimana letak kesalahannya dan terus bersabar membimbing kami itulah peran seorang guru menurut gua

Gua menyaksikan sendiri bahawa temen gua sendiri yaitu fadlan bani Firmansyah dipanggil ke ruang guru karena saat itu adalah dia menjadi sosok ketua kelas di kelas gua waktu 10 ips 4

guru; “hmm deny nanti tolong kasih tau fadlan untuk temui di kantor!”

gua: “siap bu, nanti saya kasih tau fadlan”

gua; “weh dlan lu di cariin sama guru sifulana, katanya ada perlu”

fadlan:” oke den, ayo anterin gua sekalian mau kaga soalnya gua lupa bawa gesper dan sepatu gua basah juga jadinya gua pake sendal, gua takut dimarahin kalo kesana sendiri”

gua: “ yodah ayo”

saat kami sampai belum sepatah katapun keluar dari mulut fadlan sudah banyak guru - guru yang menghakiminya dan bahkan mengatakan hal - hal yang melahirkan kebencian kepada seorang murid, ya memang si gua gak nyalahin karena emang niat guru tersebut baik untuk mengingatkan teman gua tentang kedisiplinan, tapi yang gua sesali adalah beliau juga membuat temen gua fadlan menjadi pusat perhatian dan akhirnya fadlan bukan hanya mendapatkan 1 nasehat saja tetapi menjadi buah bibir di kantor guru pada saat itu, tebak apa yang keluar dari mulut temen gua? Bukan hal yang bisa di terima sama dia, tapi malah “sial lah nih si bu… parah banget padahal gua belom ngomong apa - apa tapi udah di sekak duluan dan gua malah dihakimin parah banget lah… saat gua melihat kejadian tersebut menurut gua mereka bukan sosok figur guru karena menasehati orang itu harus dengan hati - hati, agar terkesan tidak mempermalukan bagi orang yang dinasehati, karena jadinya emang kebencian lah yang terlahir… Apakah itu memang fgur guru seperti itu? Sebenarnya simple nya miss komunikasi aja juga yang 1 gak ngerti maksudnya dan yang 1 lagi penyampaiannya kurang baik jadinya ya gitu dah membuat orang itu salah persepsi dan ya udah salah paham.

Dan emang ada kejadian saat itu, dimana sekolah gua sudah tidak ada SPP lagi, karena memang kebijakan dari pemerintah tersebut dan bahkan ini bukan maunya kita juga sebagai siswa, tapi imbasnya adalah kami para siswa menjadi diberikan hak yang terbatas dengan alasan kami tidak membayar apapun seingga kami tidak bisa mempunyai hak seperti dahulu masih ada SPP. Dan kejadian ini juga guru agama gua ngomong sendiri

Guru agama: “ hmm bapak mau bicara sebentar dengan kalian, kan sekarang SPP sudah tidak ada jadi sekarang guru - guru tidak mempunya kewajiban untuk memperhatikan kalian, semisal kalo nilai kalian jelek saat masih ada SPP kami yang akan mengejar - ngerjar kalian, tetapi sekarang karena SPP udah gak ada jadinya, terserah untuk murid yang kurang nilainya akan dibiarkan apa adanya, kemudian eh bapak cuma bercanda ya hehe jangan dimasukan ke dalam hati!”

Hahahah guru agama loh yang ngomong apakah memang mental mengajar anda bisa di gantikan lewat uang, hmmm mahal apa murah tuh wkwkwkw, ya karena menurut gua, guru gak sepantasnya bicara hal tersebut karena, karena guru adalah di guguh dan ditiru, di pandang dan di tauladani tapi masa iya bercanadaan guru tersurat seperti itu wkwkwk, ya jadinya gua mempertanyakan apakah gelar pengajar yang mereka dapatkan adalah hanya karena uang dan harus dikembalikan? Wkkwkw ya tapi yodahlah udah kelewat juga jalanin ae dah.

Kondisi - kondisi ini sangat memperburuk kelas gua karena semakin banyaknya hal - hal seperti itu merasakan bahwa kelas kami IPS 4 kurang mendapatkan perhatian yang cuku dan masa perhatiannya hanya di hargai sejumlah ratusan ribu uang wkwkwk hina sekali ya hey, tapi yodahlah jalanin ae wkwkkw

Awal kelas yang baru gua harus bisa berdamai sama mereka karena menurut gua, kalo gua gini - gini aja kelas gua, gua gak bakal dapet apa - apa dan gua gak mau sampe hal itu terjadi jadinya gua mulai membuka diri terhadap mereka, dengan lebih lagi mengenal siapa mereka wkwkkw, telat? Hmhm tiada kata telat sebelum terlambat wkwkkw gua mulai mengenal siapa arbianka, febiola, eva, natasya, regita, dian, fitria dan fira

Merekalah menurut gua adalah sosok yang bisa dijadikan teman yang cukup sesungguhnya dan dengan ketulusan mereka gua bisa lebih mewarnai kehidupan gua sendiri nantinya, ini bisa dibilang adalah kubu atau geng yang netral karena pada akhirnya mereka memang benar - benar tidak memlih siapa pun untuk berteman dengan mereka karena memang mereka adalah sosok yang cukup bisa menerima kekurangan dan tidak pernah memperlihatkan kelebihan mereka masing – masing. Tapi untuk orang - orang kaya gua tetep aja dah susah karena emang diri gua yang masih cukup risih di hadapan lawan jenis pada saat itu, menjadikan gua gugup dan ragu untuk apakah gua pantas berteman sama mereka, dan jawabannya sangat pantas wkwkwkkw abang sendiri yang bilang gitu sama gua, btw abang adalah panggilan akrab arbianca untuk kelas gua, jadinya di panggil abang wkwkwkwk. Dia adalah sosok figur yang mempunyai sosok kedewasaan yang cukup untuk bisa mengerti kondisi mereka, dan menjadikan kita sebagai temannya untuk tidak malu berbagi kisah dengannya, orangnya itu gemuk wkwkwk hitam manis, dan cukup solehah lah ahhaha kalo kecantikan kan memang persepsi masing - masing wkwk jadi ya gitu dah gua paling seneng emang temanan sama perempuan dengan sosok abang, karena gua merasa mempunya sosok kaka dan bisa menjadikan reminder gua. Orang selanjutnya adalah natasya dan regita wkwkwk, 2 orang ini seolah anak kembar, karena gua gak pernah melihat mereka selisih pendapat sedikit pun wkwk pandangan gua ya hahah, 2 2 nya mempunyai hati yang baik, dan memang membuat nyaman dah untuk temenan sama mereka, karena selama gua temenan sama mereka, mereka gak pernah sekalipun membuat gua enggan untuk gak berteman sama mereka, ya jadinya asik aja si wkwkwk, di tambah gua sering banget megang kepala mereka berdua hahahah, karena mereka itu gua ngerasa menjadi kaka dan menjadikan mereka adik dan akhirnya gua bisa mendirikan gua untuk bisa menjadi teman dan contoh yang baik.

Fitria hmm susah banget si gua deket sama dia wkwkkw, karena memang sifat badungnya tapi walau sifatnya badung kalo aja gua bisa lebih mahamin sifatnya maka temenan sama dia adalahnya teman yang sangat rugi kalo di tinggalkan, karena gua menyaksikan sendiri dia berteman sama bima temen gua juga panggilannya kasar memang blok, blok, haahha tetapi mereka terlihat lebih akrab banget dah dan kaya ade kaka aja wkwkwk, tapi gua gak bisa membuat proses seperti itu karena memang kesan awal yang buruk menjadikan gua susah deket sama dia.

Feby dan eva, hmm mereka adalah orang yang berbeda paham agama sama gua, tetapi ya lakumdinukum waliyadin wkwkwk, mereka sangat baik sama gua dan emang ya sosok yang unik dah, tapi walau gitu mereka bisa menyesuaikan sama gua, namun kadang emang gua yag gak bisa nyesuain nya ke mereka membuat kadang sering terjadi konflik kecil yang terjadi kwkwkw dan emang lebih sering ke eva sih dibandingkan ke feby.

Dian dan fira mereka adalah 2 sabahat gua yang paling sabar, karena dian juga pacarnya fadlan, dianlah yang mengubah fadlan juga menjadi lebih keurus hahaha menjadi lebih bertanggung jawab sama dirinya dan yodahlah jadi hiburan gua aja kalo dikelas kalo mereka lagi pacaran hahaha, yang fira sebagai orang ketiga nya ahahhahaha

Ya dari cerita awal gua mulai mengenali siapa teman perempuan gua yang emang bener - bener awal yaitu saat gua nginjek kelas 11, karena gua mulai menganggap mereka ada emang pas di kelas 11 hahahahah jadi yodahlah jalanin ae dah yang penting hari - hari gua bermakna dengan adanya mereka wkwkwk.