Thinking, Fast and Slow
Peraih Nobel ekonomi yang sebenarnya psikolog ini ngejelasin kenapa orang pintar pun sering salah ambil keputusan. Otak kita punya dua mode, yang cepat dan yang pelan. Yang cepat hampir selalu nyetir, dan dia punya kebiasaan salah yang bisa ditebak: kejebak angka pertama, nyimpulin dari yang kelihatan aja, terlalu yakin, takut rugi berlebihan, sampai salah nilai kebahagiaannya sendiri. Buku ini ngebongkar semuanya satu per satu, lengkap sama percobaan-percobaan yang bikin geleng kepala.
Bab 1 kebuka buat siapa aja. Sisanya kebuka buat member, sama kaya isi lain di sini.
Buat siapa
- Yang sering nyesel habis ambil keputusan buru-buru
- Yang kerjanya nilai, periksa, milih, atau nebak sesuatu tiap hari
- Yang penasaran kenapa otak gampang dikibulin
- Yang pengen lebih jernih waktu ambil keputusan penting
Yang bakal lu dapet
- Bedanya Sistem 1 dan Sistem 2, dan kenapa Sistem 2 males
- Jebakan jangkar, ketersediaan, dan "yang kelihatan aja"
- Kenapa kita salah baca angka dan peluang
- Ilusi yakin dan kesalahan perencanaan
- Teori prospek: kenapa rugi lebih sakit dari untung
- Bedanya diri yang ngalamin dan diri yang ngingat
Kalau cuma inget 6 hal
- 1Sistem 1 cepat dan otomatis, Sistem 2 pelan dan males, dan yang nyetir kebanyakan Sistem 1
- 2Angka pertama yang lu denger nyangkut dan narik penilaian lu
- 3Otak nyimpulin dari yang kelihatan aja, seolah itu udah semuanya
- 4Rasa yakin bukan ukuran benar
- 5Rugi seratus ribu kerasa kira-kira dua kali lebih sakit dari senengnya untung seratus ribu
- 6Kenangan dinilai dari puncak dan akhirnya, bukan dari lamanya
Daftar bab
- 1Coba jawab cepat1:30gratis
- 2Dua sistem1:51member
- 3Cara Sistem 1 menipu1:20member
- 4Jangkar1:27member
- 5Yang kelihatan dianggap semuanya1:22member
- 6Salah baca angka dan peluang2:11member
- 7Ilusi yakin1:26member
- 8Kesalahan perencanaan1:33member
- 9Rugi lebih sakit dari untung1:23member
- 10Cara penyampaian mengubah pilihan1:21member
- 11Dua diri1:55member
- 12Penutup1:27member
Tentang Daniel Kahneman
Daniel Kahneman (1934-2024), psikolog kelahiran Tel Aviv yang masa kecilnya dilewati di Prancis di bawah pendudukan Nazi. Bareng sahabatnya Amos Tversky dia meneliti cara manusia ngambil keputusan di tengah ketidakpastian. Tahun 2002 dia dapat Nobel Ekonomi, padahal nggak pernah kuliah ekonomi. Tversky meninggal tahun 1996, jadi nggak ikut menerimanya. Buku ini terbit 2011.
Ini ringkasan dan tafsiran gue, bukan terjemahan bukunya. Kalau ada yang nyantol, baca bukunya langsung.